Jalan-jalan ke Kisaran (3): ikan terbang di pajak

Suatu pagi, aku ikut sepupu suamiku ke pajak (pasar tradisional). Kami naik angkot karena pulangnya aku pengen naik betor (becak motor. Beda dengan di Jawa, pengemudi becaknya ada di samping). Perbedaan pertama yang kulihat di pajak dengan di pasar tradisional di yk, ayam untuk konsumsi rumah tangga dijual hidup2. Kalau di Yk kan orang boleh hanya beli ayam
lima ribu atau malah dua ribu rupiah aja. Kita juga bisa beli sesuai kebutuhan. Misalnya mau beli paha aja, hati, atau yang lain. Kalau disana, sepertinya harus satu ekor utuh. Caranya, kita pilih ayam hidup, lalu ayam tsb ditimbang, baru disembelihkan oleh penjual…

Perbedaan kedua, di pajak ada ikan terbang. Hehe.. Ceritanya begini. Waktu kami sedang asik pilih-pilih belanjaan, tahu2 ada orang rame2. Baru saja aku melihat ke arah sumber keramaian, eh ada ikan “beterbangan”  teplak…teplak…… rupanya dua orang penjual ikan sedang berantem rebutan pembeli… mereka saling lempar dengan ikan dagangan…

~ by lintangrembulan on May 23, 2007.

One Response to “Jalan-jalan ke Kisaran (3): ikan terbang di pajak”

  1. weleh
    wkakaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: