Lintang & Baby Walker

boleh nggak?

Baby walker: boleh nggak? Sebelum memutuskan utk membelikan babywalker utk Lintang, kami sempat pikir2, karena menurut artikel2 di website & majalah yg bahas ttg perkembangan anak, baby walker tdk terlalu disarankan. Alasannya macem-macem. Mulai dari standar kemanan, efek bagi bayi yg jadi males belajar jalan, kita nggak tahu pasti sampai dimana kemampuan anak dalam berjalan, dll…. Masuk akal sih, tapi toh kami kemudian memutuskan utk tetap membelikan Lintang baby walker karena beberapa alasan juga:

1. Standar keamanan baby walker yang sekarang kami rasa sudah mencukupi. Kalau jamanku dulu, baby walker dasarnya berbentuk bundar & kakinya tiga. Jadi nggak cukup seimbang. Aku adl salah seorang korban baby walker generasi tahun 70-an. Bekas luka di bawah janggut karena jatuh masih ada sampe skrg…Tapi baby walker era sekarang sudah cukup aman. Meski ringan, tapi bentuknya kotak, lebar, & rodanya banyak. Jadi kemungkinan utk terjungkal (menurut kami) sangat kecil. Bentuk kotak yg lebar konon juga didesain supaya bayi nggak bisa melwati pintu (kecuali pintunya lebar banget atau kedua daun pintu dibuka semua)

2. Siang hari, Lintang lebih banyak bersama eyang & “tukang” momong. Terutama kalau dia bersama eyangnya, rasanya terlalu mmbebani kalau eyangnya harus memegangi dia terus selama belajar jalan. Namanya anak kecil yg baru bisa berdiri, pasti sangat antusias shg suka ‘lari’ ketika belajar jalan. Kasihan kan yg momong. Sesekali dia dibiarkan bermain-main di atas baby walker, tentu tetap dg pengawasan.

3. Kami percaya, bahwa Lintang tidak akan males belajar jalan karena sejak awal dia anak yang sangat bersemangat & enerjik. & Itu benar. Sekarang dia suka banget ditetah (belajar jalan dg berpegangan). Meskipun hingga mendekati usia 1 tahun dia belum bisa jalan sendiri, tapi kami nggak menyalahkan baby walker. Aku dan sodara2ku (kami 6 bersaudara) sudah bisa jalan ketika ulang tahun pertama, Lintang mungkin belum. Kami nggak menyalahkan siapapun & nggak menganggap itu sebagai indikator tertentu. Bagi kami, Lintang tetap cukup cerdas & kami bangga padanya.

The point is, sebelum memutuskan sesuatu memang sebaiknya membaca referensi atau ngobrol dengan orang yang sudah pengalaman. Tapi keputusan akhir tetap pada kita. Meskipun keyakinan kita berbeda dengan trend yang disosialisasikan oleh banyak pihak, that’s fine, selama kita punya alasan sendiri, bukan sekedar ikut-ikutan…:-)

~ by lintangrembulan on May 30, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: