Sayangilah Matamu

Setelah diagnosis 2 orang dokter mata ttg kondisi mataku, baru terasa bahwa organ ini sangat vital & bahwa aku sangat menyayanginya. Tahu bahwa sesuatu yg buruk sedang mengintai & perasaan sedih sekaligus waswas tiap kali kilatan cahaya muncul lagi menjadi alasan kenapa aku harus banyak menulis di blog ttg ini. Setidaknya, sambil curhat (ke orang-orang yg kebetulan baca), juga menginfokan ke orang-orang yg perlu info (kalau kebetulan mereka juga baca🙂 ).

Aku pengen ajak semua orang utk menyayangi matanya.  Seorang teman bercerita bhw wkt kecil dia pengen pakai kacamata biar terlihat cerdas. hehe (dia bilang gitu sambil ketawa) .. lalu kubilang (sambil senyum lho..),  sekarang aku tahu bahwa pake kacamata nggak cuma repot & melelahkan tapi ternyata juga bisa berbahaya..  Ini karena, meskipun bukan satu2nya penyebab ablasio, tapi minus yg tinggi sangat berpotensi utk mengalami ablasio, sebab org yg minusnya tinggi sangat berpotensi utk mengalami penipisan retina. Bila tipis, maka berpotensi utk robek atau terlepas dari perlekatannya. Hal ini yg menyebabkan cairan korpus vitreum bisa masuk dan mengakibatkan pandangan kita mjd buram. Kalau kondisi ini tidak dicegah, makin banyak area yg buram & perlahan-lahan seiring dg lepasnya retina, orang akan kehilangan penglihatan.  Kata dokter, kalau masih dalam tahap awal, kondisi yg lebih parah bisa dicegah dg bbrp tindakan (laser, dll). tapi ada kalanya retina tiak bisa dilekatkan kembali shg kebutaan ttp terjadi….

Aku juga pengen mengajak agat jangan pernah menyepelekan ketika kita atau orang2 di sekitar kita sudah mulai punya keluhan ttg matanya.  Terutama kalau keluhan itu sudah masuk ke bbrp hal berikut:

1. sering melihat bentuk irregular (kasusku, aku melihat spt kupu2 kecil yg mengepakkan sayap dg sangat cepat, tp ada orang yg melihat spt benang, serabut, dll.) Kbetulan hal ini muncul bbrp mgg setelah melahirkan. Kata dokter, pd wanita mmg bisa terjadi krn melahirkan.

2. penglihatannya mulai buram & objek yg dilihat tampak agak bergelombang, baik pada saat pakai kacamata atau enggak.

3. sering melihat kilatan cahaya, baik pd waktu memejamkan mata atau pd saat membuka mata.

Satu hal yg agak membuatku kecewa, krn waktu bercerita ttg hasil diagnosis dokter, ternyata sebagian besar orang2 di dekatku tak ingat akan keluhanku setahun terakhir ini.

Btw, aku sudah dapat jawaban dari dokter mata dari RS tempatku berobat. Kami komunikas via websit rumah sakit itu. Dia (dg sangat sopan) mengatakan minta maaf krn aku harus menunggu 2 minggu utk bertemu dokter retina. Dia beri nasihat agar aku tidak melakukan olahraga berat sehinga harus kerahkan segenap tenaga, harus cukup istirahat, & minum anti oksidan (vit C, A, & E). Kl obat dari dokter terdahulu habis, aku boleh mmbelinya lagi (pil Seloxy & tetes mata Vitrolenta).

Nah, itu dulu hal-hal yg bisa aku share saat ini. Tiap ada perkembangan aku akan nulis lagi.

~ by lintangrembulan on July 12, 2007.

2 Responses to “Sayangilah Matamu”

  1. turut prihatin dengan “penyakit” mbak desi. Semoga mbak desi, mas budi dan dik lintang sabar dengan ujian ini.

  2. mbak saya mungkin hampir bisa merasakan penyakit mata ini…
    saya menderita toksoplasma pada mata…sangat menjengkelkan, karena mata kanan saya pada fokusnya buram…saya juga turut mendoakan kesehatan Anda. sama dengan saya…
    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: