24 Juli 2007: hasil diagnosis dokter retina

Tanggal 24 Agustus aku ke dokter retina. Utk melihat kondisi retina, mataku ditetes dg 2 macam obat dan diminta merem sampai kurang lebih sejam. Tujuannya, spy pupil mata membesar & memudahkan dokter utk melihat kondisi retinaku.  Setelah itu, perawat membawaku ke sebuah alat, kukira utk mengambil foto kondisi kedua bola mataku. Lalu, dokter memeriksa mataku dengan 2 macam alat. Yang pertama seperti mikroskop, yang kedua, dokter memakai kacamata khusus yg dilengkapi dengan lampu senter dan sejenis kaca pembesar. Waktu itu lampu ruangan dimatikan, dan dokter melihat retina pada kedua mataku secara bergantian. Aku cuma diam & diminta utk mengalihkan pandangan ke atas, atas kanan-kiri, samping kanan kiri, bawah, dan bawah kanan kiri. Selain itu aku disodori dengan semacam kertas hitam yg berpola seperti kotak-kotak labirin. Lalu, dengan mata kanan yg bermasalah (kaca mata tetap dipake), aku dimnta menunjukkan dimana letak jari dokter. Aku gagal di tes ini.  Tes kedua, dengan cara yg sama aku diminta untuk menjelaskan apakah bisa melihat bagian wajah dokter. Aku juga gagal disini… yg kulihat waktu itu, dokter hanya terlihat sebagai bayangan hitam. Aku nggak bisa lihat bagian wajah sama sekali. Kupikir waktu itu, mungkin karena ruangannnya agak remang-remang. Tapi mungkin memang begitu standar pencahayaan ruangan utk ngetes penglihatan orang, kali ya? Btw, kesimpulan dokter waktu itu lumayan membuatku agak shock. Retina mataku terlepas cukup luas, sekitar separo dari luas keseluruhannya. Diantara retina dengan tempatnya melekat juga terisi dengan cairan bola mata. Kata dokter sangat nggembung. Selain itu, telah muncul jaringan baru berupa benang serabut yang melintang dari lensa hingga depan bintik kuning sehingga menghalangi penglihatanku. Yang jelas kurasakan sendiri waktu itu, daerah gelap (abu-abu tua) mmg sudah terjadi di penglihatan atas bagian kiri, sekitar ¼ bagian dari total luas penglihatan. Selebihnya mulai dihinggapi kabut-kabut tipis. Kilatan cahaya terjadi di sudut kiri mata kananku. Kadang-kadang kilat itu tingginya sampai setinggi telapak tangan (dilihat dari samping). Selain, itu, objek yg kulihat sangat bergelombang. Wajah Brat Pitt yg ganteng pun kelihatan spt topeng peyot, apalagi baca tulisan…wah, kacau balau.. Menurut dokter waktu itu, satu-satunya hal yg bisa dilakukan adalah operasi (bedah mata). Dokter memberiku 2 pilihan: operasi sederhana, yaitu “hanya” mengikat bola mata dengan sabuk silikon aja, dan operasi yg rumit, yaitu vitreoretinal jenis vitrektomi. Mataku akan dapat 4 tindakan: cairan bola mata dikeluarkan dengan cara menusuk bola mataku dari 3 sisi (ngeri banget…), sehingga cairan bisa keluar lewat saluran air mata. Daerah yg tadinya terisi cairan bola mata kemudian diisi gas, lalu retina dipatri dengan sinar laser, dan terakhir mengikat bola mataku dengan sabuk silikon. Untuk itu, aku akan dapat bius total dan pasca operasi harus tidur tengkurap selama 6 minggu. Kalau aku baca info di internet, sampai 3 bulan pasca operasi, kepalaku juga harus tetap dalam posisi menunduk. Operasi ini baru bisa dikatakan benar-benar berhasil atau tidak, setelah 6 bulan pasca operasi. Wah….nggak kebanyang pokoknya. Untuk memutuskan tindakan selanjutnya, aku lalu diminta periksa ke dokter subspesialis syaraf mata.

~ by lintangrembulan on August 31, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: