Rabun Jauh Picu Ablasio Retina

Kamis, 31 Desember 2009 01:49
Retina merupakan selaput transparan di bagian belakang mata yang mengolah bayangan yang difokuskan di retina oleh kornea dan lensa. Ablasio retina seringkali dihubungkan dengan adanya robekan atau lubang pada retina, sehingga cairan di dalam mata merembes melalui robekan atau lubang tersebut dan menyebabkan terlepasnya retina dari jaringan di bawahnya.
Menurut Dr Anang Tribowo SpM dari RS Dr Mohammad Hosein Palembang, ablasio adalah suatu keadaan lepasnya retina sensoris dari epitel pigmen retina (RIDE). Keadaan ini merupakan masalah mata yang serius dan dapat terjadi pada segala usia. Walaupun biasanya terjadi pada orang usia setengah baya atau lebih tua.
’’Ablasio retina lebih besar kemungkinannya terjadi pada orang yang menderita rabun jauh (miopia) dan pada orang orang yang anggota keluarganya ada yang pernah mengalami ablasio retina,’’ujar Anang sapaan akrabnya.
Selain itu dapat juga akibat penyakit mata, seperti tumor, peradangan hebat, akibat trauma atau sebagai komplikasi dari diabetes. ’’Bila tidak segera dilakukan tindakan, ablasio retina dapat menyebabkan cacat penglihatan atau kebutaan yang menetap,”ungkap Anang.
Ia mengatakan, kadang-kadang proses penuaan yang normal pun dapat menyebabkan retina menjadi tipis dan kurang sehat, tetapi yang lebih sering mengakibatkan kerusakan dan robekan pada retina adalah menyusutnya korpus vitreum, bahan jernih seperti agar-agar yang mengisi bagian tengah bola mata. Korpus vitreum melekat erat pada beberapa lokasi.
Lebih jauh ia mengatakan, bila korpus vitreum menyusut, ia dapat menarik sebagian retina ditempatnya melekat sehingga menimbulkan robekan atau lubang pada retina. Beberapa jenis penyusutan korpus vitreum merupakan hal yang normal terjadi pada lanjut usia dan biasanya tidak menimbulkan kerusakan pada retina.
’’Korpus vitreum dapat pula menyusut pada bola mata yang tumbuh menjadi besar sekali (kadang-kadang ini merupakan akibat dari rabun jauh), oleh peradangan, atau karena trauma,’’jelasnya.
Pada sebagian besar kasus, terangnya, retina baru lepas setelah terjadi perubahan besar struktur korpus vitreum. Bila sudah ada robekan-robekan retina, cairan dari korpus vitreum dapat masuk ke lubang di retina dan dapat mengalir di antara lapisan sensoris retina dan epitel pigmen retina. Cairan ini akan mengisi celah potensial antara dua lapisan tersebut diatas sehingga mengakibatkan retina lepas. ’’Bagian retina yang terlepas tidak akan berfungsi dengan baik dan di daerah itu timbul penglihatan kabur atau daerah buta’’.
Ditambahkannya, gejala yang sering dikeluhkan penderita adalah floaters (terlihatnya benda melayang-layang). Hal ini terjadi karena adanya kekeruhan di vitreus oleh adanya darah, pigmen retina yang lepas atau degenerasi vitreus itu sendiri. Lalu terjadi photopsia/Light flashes(kilatan cahaya). Tanpa adanya sumber cahaya di sekitarnya, yang umumnya terjadi sewaktu mata digerakkan dalam keremangan cahaya atau dalam keadaan gelap.
’’Gejala lainnya terjadi penurunan tajam penglihatan. Penderita mengeluh penglihatannya sebagian seperti tertutup tirai yang semakin lama semakin luas,’’bebernya.
Untuk pencegahannya, saran Anang, gunakan kaca mata pelindung untuk mencegah terjadinya trauma pada mata, penderita diabetes sebaiknya mengontrol kadar gula darahnya secara seksama, dan periksakan mata minimal setahun sekali. (mg39)

Sumber: http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2725:rabun-jauh-picu-ablasio-retina&catid=92:hidup-sehat&Itemid=123

~ by lintangrembulan on December 9, 2010.

One Response to “Rabun Jauh Picu Ablasio Retina”

  1. sebelumnya salam kenal dulu mbak, nama saya linda dan saya bbrp minggu lalu pernah mambaca postingan mbak mengenai masalah matq mbak yg ktny terjadi penipisan diretina itu dan pas saya juga mengalami hal yang sama dengan mbak dimana saya penderita myopia tinggi n jg muncul floater n kilat pada mata saya. bbrep hr lalu saya berobat ke dok mata dan dipastikan kalo retina saya tipis bahkan sebelah kanan mata saya ada gejala katarak dini.
    oleh dokter tsb saya disarankan menjalani laser untuk menguatkan dindiong retina. tapi krn saya masih dlm tahap menyusui saya disarankan stop asi dl 3 bln.
    disini saya mengharapkan bantuan dr mbak dimana pada postingan mbak terdahulu ada mbak sebutkan kalo mata mbak membaik karena pengobatan herbal dan tidak jadi laser.
    bisakah mbak beritahukan kpd saya herbal apa yg mbak konsumsi?
    saya sangat berterima kasih sudi kiranya mbak membalas .
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: