Mengapa Berhenti Sharing

Sejak mendapatkan respon pertama terhadap tulisanku (yang seringkali emosional), sejujurnya aku sangat senang. Aku menyadari punya komunitas lain yang istimewa. Yang berbicara soal hal-hal sangat spesifik yang dirasakan oleh mungkin hanya sebagian kecil orang.

Tapi sayangnya, sulit untuk aktif lagi selama beberapa tahun terakhir karena kesibukan kantor, keluarga, termasuk sakitnya mama. Mama akhirnya berpulang dan pekerjaan akhirnya mencapai titik kulminasi yang menjenuhkan, bahkan seringkali mengesalkan🙂 Ini semua menyadarkanku untuk sesekali meng-update tulisan di blog atau sharing lagi dengan teman-teman pembaca. Sangat penting rupanya, untuk mengelola emosi, apalagi untuk seseorang sepertiku yang tidak bisa menikmati–tidak tertarik–dengan jejaring sosial dunia maya seaktif facebook, twitter, dan semacamnya🙂

Well..semoga aku bisa meng-upadate banyak hal, memanage aspek psikologisku, memberikan setitik harapan bagi para penderita ablasio retina, para ibu yang cemas dengan ISPA dan TB yang mendera buah hatinya, dan sedikit inspirasi bagi orang-orang terdekat dari penderita kanker.. Semoga..

~ by lintangrembulan on December 17, 2010.

One Response to “Mengapa Berhenti Sharing”

  1. tetap semangat bunda… ayah dan lintang selalu mendukung bunda… we do love you!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: